Secara
garis besar, bearing atau bantalan diklasifikasikan menjadi dua jenis utama
berdasarkan prinsip kerjanya:
Rolling
Bearings yang menggunakan elemen penggelinding (bola atau rol) dan Plain
Bearings yang bekerja dengan prinsip gesekan luncur.
Berikut
adalah rincian jenis bearing berdasarkan elemen dan fungsinya:
Rolling-Element
Bearings (Bantalan Gelinding)
Jenis
ini adalah yang paling umum ditemukan karena memiliki tingkat gesekan yang
rendah.
Ball
Bearings (Bantalan Bola): Menggunakan bola baja untuk mengurangi gesekan.
Sangat efektif untuk kecepatan tinggi dengan beban rendah hingga menengah.
Deep
Groove Ball Bearing: Tipe yang paling umum, bisa menahan beban radial dan
sedikit beban aksial (contoh: seri 6201, 6301).
Angular Contact Ball Bearing: Dirancang untuk
menahan beban kombinasi radial dan aksial yang besar secara bersamaan.
Roller
Bearings (Bantalan Rol): Menggunakan silinder atau rol sebagai elemen
gelinding. Memiliki kapasitas beban yang jauh lebih tinggi daripada ball
bearing karena area kontak yang lebih luas (garis kontak, bukan titik).
Cylindrical Roller Bearing: Untuk beban radial
yang sangat berat pada kecepatan tinggi.
Tapered Roller Bearing: Berbentuk kerucut
terpancung, ideal untuk menahan beban kombinasi berat dari arah samping dan
depan (sering pada roda kendaraan).
Needle
Roller Bearing: Menggunakan rol yang sangat tipis dan panjang, cocok untuk
ruang yang sangat terbatas.
Spherical Roller Bearing: Dapat menyesuaikan
diri secara otomatis jika terjadi ketidaksejajaran poros (misalignment).
Berdasarkan
Arah Beban
Pemilihan
bearing sangat bergantung pada arah gaya yang bekerja pada poros.
Radial
Bearings: Dirancang untuk menahan beban yang tegak lurus dengan poros (contoh:
berat roda).
Thrust
Bearings: Dirancang khusus untuk menahan beban yang searah dengan poros (beban
dorong), seperti pada kopling kendaraan atau poros baling-baling kapal.
Arti
Kode Penutup (Seals)
Pada
permukaan bearing, sering ditemukan kode huruf yang menunjukkan tipe
pelindungnya:
ZZ
atau 2Z: Memiliki pelindung logam di kedua sisi untuk menahan debu kasar namun
tetap memungkinkan putaran yang sangat ringan.
RS
atau 2RS: Memiliki segel karet yang rapat. Sangat baik untuk melindungi dari
air dan debu halus, namun gesekannya sedikit lebih tinggi dibanding tipe metal.
Klasifikasi
Suhu & Kelonggaran (Clearance)
Beberapa
bearing memiliki kode tambahan seperti C3 atau C4:
C3:
Memiliki celah internal sedikit lebih longgar untuk mengakomodasi pemuaian
akibat suhu panas mesin (hingga 100°C).
C4:
Digunakan untuk lingkungan suhu yang lebih ekstrem dan kecepatan yang lebih
tinggi lagi.